19 Juli 2010

ISRA MI'RAJ RADIO KOMUNITAS JASENG FM




Isra Mi’raj Radio Komunitas Jaseng Fm
Pipitan, 16 juli 2010.

Radio komunitas jaseng fm pipitan menggelar acara peringatan isra mi’raj nabi muhammad saw tahun 1431 h yang dilaksanakan di halaman parkir radio jaseng fm pipitan . acara yang dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Dan Linmas Kota Serang (H Toha, Mpd), Ketua Kpid Banten(Diwakili Oleh Sekertaris Eksekutif Ahmad Subari), Camat Walantaka (H Wahyudi, Msi), Kepala Desa Pipitan (Ibu Lutfiyah), Dan Sebagian Kepala Desa Yang Berada Di Wilayah Kecamatan Walantaka, Serta Sebagian Dkm (Dewan Kemakmuran Masjid) Sebagian Wilayah Walantaka Mengusung Tema “menjejaki makna isra mi’raj dalam era informasi global”. acara tersebut juga menghirup ratusan warga masyarakat yang berada di wilayah walantaka yang dapat menangkap siaran radio jaseng. selain dapat disaksikan secara langsung, acara tersebut juga disiarkan secara langsung di frekuensi 107,7 mhz sesuai kanal yang diperuntukan radio komunitas





Sambutan Ketua Radio Jaseng Amrullah

yang pertama
radio jaseng adalah radio komunitas yang berbasis warga, singkatan dari jawa serang. kata jaseng di suatu daerah itu diasumsikan kelompok preman, tukang malak, katanya orang jaseng itu kalau duduk telapak kakinya itu ikut duduk. di daerah lain, orang jaseng dianggap berafiliasi dengan pemabuk, maling bahkan dalam evaluasi dengar pendapat ke beberapa tokoh dan pemerintah di hotel ledian pada tahun 2007 yang lalu, ada yang mengatakan bahwa orang jaseng itu tukang wayuh/ tukang kawin atau poligami. ironi memang mendengarnya, akan tetapi kami merasa terpanggil untuk membenahi stigma tersebut.
pemerintah memberi kesempatan kepada kami melalui uu no 32 tahun 2002 tentang penyiaran. melalui lembaga penyiaran komunitas ini, semoga kami dapat menampilkan kesan yang sesungguhnya tentang orang jaseng.
radio jaseng dibangun oleh warga dikelola warga, dan untuk warga. sebagai legalitas hukum keberadaannya, radio jaseng memiliki akte notaris, dan didaftarkan pada bentuk badan hukum perkumpulan, maka radio jaseng ditata oleh badan kesatuan bangsa yang dalam hal ini berada pada wilayah kesbang kota serang provinsi banten.
kedua
dalam perkembangan era globalisasi ini, ternyata kata “globalisasi” bukan hanya pelengkap sebagai simbol kekerenan dalam bicara, bukan hanya istilah yang mengesankan orang bahwa orang tersebut intelek. akan tetapi memang benar adanya, deras informasi begitu tak terbendung, malah semakin besar keran-keran yang semakin pula murah harganya.
kalau dulu, ingin melihat berita harus banyak baca koran, banyak nonton tv bahkan mendengarkan radio lebih sering.
akan tetapi sekarang hal demikian tidak mutlak diperlukan. penyebaran informasi sudah tingkat perorangan banyak keran-keran informasi yang lebih cepat digunakan. komputerisasi di berbagai bidang, internet sudah bisa merambah ke pojok-pojok kampung, bahkan dengan pesatnya teknologi telepon seluler maka dengan sangat mudah seseorang mendapatkan informasi, berita, gambar, tulisan, video dan sebagainya sehingga sekali lagi kami katakan, globalisasi terutama di bidang informasi merupakan suatu keniscayaan.
melihat pengalaman kami, di berbagai daerah, seperti jogjakarta, jawa barat,jawa tengah, jawa timur, untuk antisipasi tersebut mereka banyak mendirikan media komunikasi dan informasi berbasis masyarakat, sehingga masyarakat itu sendiri yang kemudian memprotek atau melindungi masyarakat lainnya, mereka berbentuk media komunitas yang dalam tatanan negara dipayungi hukum uu no 32 tahun 2002 tentang penyiaran.
yang beragama kristen mereka mendirikan radio di gereja, yang punya pesantren, mereka mendirikan radio di pesantrennya; mereka berbagi ilmu melaui siaran radionya, yang berprofesi petani, mereka mendirikan radio komunitas petani, berbagi kabar bagaimana memanfaatkan lahan tidur dan berbagi informasi harga kebutuhan bertani termasuk kesempatan pemerintah yang memberikan modal kepada para petani dan lain sebagainyai.
semuanya itu merupakan kekayaan intelektual dan kekayaan informasi, sudah barang tentu diatur dalam perundang-undangan negara republik indonesia. maka dari itu, kesalahan dalam menyebarkan dan atau mengambil informasi akan berakibat fatal. hal ini tentu akan dapat menghancurkan pegiat-pegiat informasi tersebut, pengguna informasi dan masyarakat lain yang memiliki resiko miskomunikasi informasi. beberapa waktu yang lalu, masyarakat, pengusaha, lsm, tokoh agama, merasa resah dengan merebaknya isu pornografi.
hal ini wajar, karena perkembangan teknologi yang kian deras dan mudahnya untuk didapatkan, akan berpengaruh pula bagi masyarakat seluruhnya.
oleh karena itu bapak/ibu marilah kita kembali melihat makna isra’ mi’raj yang nanti akan disampaikan. kami merasa tertarik dalam peristiwa tersebut. dimana kerangka atau frame-nya terjadi pada saat ini. begitu cepat nabi muhammad saw mengambil berita dari allah, dan begitu cepat pula nabi muhammad bolak-balik bernegosiasi dengan allah tentang informasi yang harus disampaikan kepada hambanya singkat kata; betapa cepat rasulullah menjadi seorang redaktur berita yang cepat, akurat, maslahat, dan manfaat, tidak mudharat, kemudian menerbitkan berita atau informasi tersebut kepada masyarakat seluruhnya hingga hari ini berita atau inrormasi tersebut masih berlaku, yakni shalat lima waktu yang kita laksanakan setiap hari. dan alangkah baiknya kalau kita buka keran-keran informasi tersebut, kita bongkar apa makna peristiwa tersebut, kita ambil pelajaran dan hikmahnya.

terakhir
kami sangat berterimakasih kepada seluruh pendengar radio jaseng yang sejak tahun 2009 yang lalu telah mempunyai atap, yakni berteduh dalam satu naungan bernama “keluarga besar radio jaseng” atau kbrj. malam hari ini telah menunjukan kemuliaanya dengan memberikan “urunan” untuk mengadakan acara ini. terimakasih atas dana yang telah disumbangkan, begitupun bapak iksan citerep, terimakasih sound sistemnya, ini secara cuma-cuma boleh pakai untuk jaseng katanya.
begitulah pak kepala kesbang, pak camat dan bapak/ibu kepala desa yang kami hormati.
kami merasa milik orang banyak, sehingga kami juga perlu hidup untuk orang banyak.

Sambutan Camat Walantaka (H Wahyudi, Msi): “saya merasa bersyukur bisa bersilaturahmi, semoga radio jaseng bisa bekerjasama menginformasikan kegiatan-kegiatan yang ada di walantaka khususnya, sehingga informasi-informasi bisa dikembalikan kepada masyarakat juga. yang selama ini mungkin saja bapak ibu belum mengetahui informasi-informasi yang sebetulnya bisa disampaikan melalui radio jaseng, dan semoga keberadaannya dapat menambah wawasan kita semuanya. bapak ibu yang saya hormati dalam kesempatan ini saya dari pihak kecamatan mengucapkan terimakasih bahwa ternyata masyarakat desa pipitan memiliki inisiatif untuk menyelenggarakan acara ini, acara ini memang hal yang sudah lama diselenggarakan, akan tetapi bukan lamanya, tetapi maknanya yang lebih penting. kami mengajak, menghimbau mari kita laksanakan apa yang didasrkan makna isra miraj dalam aktifitas sehari-hari
ada beberapa hal
1. perencanaan kedepan bahwa pemkot serang, merintis perubahan status dari desa menjadi kelurahan , beberapa waktu yang lalu kami sudah mengundang rt dan rw di kantor kecamatan dalam rangka mensosialisasikan perubahan status desa menjadi kelurahan. untuk itu dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat salah satuanya adalah perubahan status, yang sudah diawali ibukota kecamatan.
2. kemudian masalah identias kependudukan, tolong identitas warga, karena sangat penting untuk mengurusi sesuatu, jangan sampai ada masalah tidak ada ktp-nya, seperti dalam hal menangani musibah. tolong dilengkapi identitas bapak ibu termasuk keluarganya sehingga lebih jelas”


Sambutan Kepala Kesbang Kota Serang Dr. H Toha: “dalam membangun mensejahterakan masyarakat salah satu foktor pendukungnya adalah
1. adanya sarana informasi”, beliau mencontohkan negara jepang katanya jepang itu jalan kereta apinya saja di bawah tanah tujuh tingkat, “kemajuan jepang adanya dukungan fasilitas informasi”. “jika dikaitkan dengan makna menjejaki informasi, ternyata gagasan jaseng dengan tema isra mi’raj menjejaki informsi global isra mi’raj sangat tepat karena memang sekitar 17 tempat yang dijejaki rasulullah dalam peristiwa isra miraj”,
beliau juga menggambarkan perjalanan rasulullah yang tercatat dalam al-qur’an di surat ke 17, 17 tempat hasilnya juga 17 (17 rakaat).
2. “yang kedua adalah harus bersama, berjamaah dukungan pemerintah, dukungan masyarakat, dan semua pihak, dan harus mengantisipasi berbagai penyakit, halangan , rintangan dan hambatan dan sebagainya. “kita sudah jadi orang kota, untuk maju sudah pasti banyak halang rintangan”,

beliau juga menceritakan kesibukannya dalam memenuhi undangan masyarakat. dalam kapasitasnya sebagai kepala kesbang kota serang, h toha juga mengapresiasi acara yang digelar jaseng fm, mengingat acara tersebut merupakan hasil urunan warga pendengar radio, sesempatnya beliau juga memeberikan urunan untuk pelaksanaan tersebut seketika setelah turun dari podium.


Penceramah (Kh Ahmad Sungkawa, Lc, Ma)

“bapak ibu mohon maaf, malam ini radio jaseng yang biasanya memenuhi reques, untuk sementara malam ini suasana berganti untuk saling mudzakaroh melalui adanya wasilah rajab, “isra dan mi’raj”.

kiyai yang punya sisi guyon/kocak ini membuat mata jamaah tetap segar, masalahnya ia menceritakan kepda jamaah tentang fenomena rojab di masyarakat.
“rojab, terdiri dari kata ro, jim, dan ba, ro-nya rongginang, jim-nya jejabur, dan ba-nya berekat. jadi, yang diperbanyak dimana-mana tentang rajaban adalah hal-hal tersebut, yang penting pulang dengan membawanya tanpa tahu siapa pencermahnya, apa materinya. dalam bahasa sunda, ada dua kata, “rajaban” raja dan ban, raja artinya penguasa, ban artinya jalan. jadi rajaban artinya penguasa jalan. timbul pertanyaan, siapakah penguasa jalan? polisi kah?mobil roerois? mobil jaguar? sesuai arti rajaban itu penguasa jalan, sehingga katanya rajaban itu penguasa jalan, yakni salender. semenjak saya hidup dari dulu saya belum pernah melihat salender pecah bannya, maka tidak ada satu pun kendaraan yang berani menabrak salender, karena tugas salender adalah untuk meratakan jalan yang rusak alias jalan supaya menjadi licin, oleh karena itu seandainya saya berbicara panjang atau pendek ada kata-kata yang tidak berkenan saya mohon maaf,
isro artinyaperjalanan nabi dalam rangka ibadah
miraj artinya naik, nabi muhammad dari baitul maqdis sampai ke sidratul muntaha”

intinya adalah bahwa hikmah dari peristiwa isra mi’raj ini diharapkan dapat menambah ketakwaan kepada Allah SWT, melakukan perintahNya dan menjauhkan diri dari segala apa yang dilarangNya.

Tidak ada komentar: